Menyerahlah. Bila kau tak punya nyali dan hanya pasrah. Kau tahu, aku resah.
Menjauhlah. Bila kau hanya mengajakku berlari bersama tanpa arah. Kau tahu, itu lelah.
Pergilah. Agar tak membuat luka menjadi semakin parah. Membangun harapan lalu melenyapkannya hingga musnah. Kau tahu, aku mulai marah.
Semerah darah yang mengalir dalam nadi, sekuning bunga matahari, sepucat muka yang sangat pasi, sehitam arang legam yang mulai terbakar api. Itulah situasi hati seorang gadis yang sudah, sedang, dan akan belajar mencintai makhluk lain bernama lelaki.
Anggita suka nggalau ternyata.. :D
ReplyDeleteYa nggak lah. Kan sumbernya bisa dari peristiwa orang lain juga michael hehe.
DeleteHeee...
DeletePinter kalo nge'lès... -_-
Mbak anggita galau :D
ReplyDeleteKalo aku mbak, kamu apa nec ? Haha.
Deletekakak tertua lah...
Deletedi film kera sakti aja ada kakak tertua, ada kakak muda :v
wkwkwkwkwk
Asyeem hahaha bisa aja mbak nechos ini :v
DeleteDari kisah teman kah?
ReplyDelete