Terinspirasi dari pengalaman pribadi tentang susahnya mencari destinasi detail tentang tempat wisata yang akan kita datangi, akhirnya saya membuat artikel ini.
Keinginan untuk liburan pun mendesak tak tertahankan. Alasan pertama sih karena suntuk setelah UTS yang penuh dengan skandal psytrap, alasan kedua karena ada banyak waktu libur di hari terjepit pada minggu terakhir di bulan mei ini, dan sejuta alasan lainnya sehingga saya mewajibkan diri untuk berlibur secepatnya.
Awalnya sih saya dan partner liburan saya, super-bingung mau liburan kemana. Nonton udah sering, ngemall apalagi, candle light dinner juga udah. Akhirnya tersisa beberapa pilihan yang harus kita seleksi dengan matang.
Pilihan pertama ke Kepulauan Seribu, tapi kalau ke sana nggak cukup kalau cuma one-day-trip, pasti bikin ketagihan, ada snorkeling, banana boat, dan segala macam. Minimal menginap 2 hari 1 malam agar bisa mencoba semua keindahan pariwisata yang ditawarkan. Sedangkan waktu libur saya cuma 1 hari saja karena ada acara Pekan Mahasiswa di kampus yang wajib saya hadiri. Lalu kendala lain adalah masalah biaya, kalau pergi belasan-puluhan orang akan murah, the cost is under 300k. Sedangkan kalau pergi berdua, the cost is 700-900k per orang untuk 2 hari 1 malam. Mungkin dikira honeymoon kali ya makanya dimahalin. Maka saya coretlah Kepulauan Seribu dengan segala keindahan alamnya dari destinasi liburan saya kali ini.
Pilihan kedua, ke Dufan (Dunia Fantasi di Ancol). Harga tiketnya lagi mahal, 250k per kepala karena tanggal 26-31 Mei 2014 dianggap sebagai high season, efek banyaknya libur hari terjepit di pekan itu. Belum nanti ongkos taksi dan lain sebagainya. Mungkin tiap kepala bisa mencapai 500k-600k biayanya, tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat dan rasa puas yang dirasakan karena wisatanya masih tergolong wisata-dalam-kota.
Pilihan ketiga, pilihan orang depresi, ngemall seharian ke Grand Indonesia. Haha. Ini karena efek saya belum pernah menginjakkan kaki disana jadi saya pengen. Katanya sih luas dan bagus. Katanya. Tapi kata partner liburan saya yang notabene sudah pernah ke sana, katanya GI biasa aja, nggak begitu 'wah'. Dan dia bosen ngemall, hehe. Tercoretlah GI dari daftar calon destinasi liburan saya.
Pilihan keempat, renang. Iya, cuma renang doang. Di Bintaro Sektor 9. Tapi kayaknya ini mah bukan liburan, ini refreshing biasa, ditengah-tengah waktu efektif kuliah juga bisa. It's not really worth it to be a destination for one day holiday.
Pilihan terakhir, ke Bandung dan menginap. Sebenarnya ini pilihan pertama, tapi kami masih belum yakin buat ke sana karena takut waktu liburan habis di jalan, belum jelas mau kemana dan nggak hafal Bandung. Tujuan utama sih Trans Studio Bandung, ini destinasi die die must try lah pokoknya. Walaupun waktu itu lagi high season juga jadi tiket masuknya 250k per kepala. Pengen juga sih ke kawah putih tapi katanya jauh, di Bandung Selatan.
Finally, setelah berunding berhari-hari dan telponan hampir 4 jam sama partner liburan saya selama pukul 20.00-24.00, akhirnya diputuskan bahwa besok habis subuh ke Bandung tapi one day trip only. Duh ! Keputusan sidang dibuat super-mendadak dan mengagetkan semua pihak.
Dan One Day Trip to Bandung pun dimulai.
-to be continued to Dilema Wisata Mahasiswa, Edisi Bandung - Bagian 2
bagus git.... tapi bagus lagi kalau di perbnyak artikelnya pasti tambah rame...
ReplyDeletehttp://sayfudinblogz.blogspot.com/
Thanks
Delete