Hah? hemophobia? apa itu ?
hemo = darah.
phobia = takut.
Menjadi penderita fobia darah itu nggak gampang. takut darah. gejalanya : pusing kalau lihat darah, walaupun cuma sedikit, atau cuma di film, lalu berhalusinasi dan paling parah bisa sampai pingsan. pokoknya kayak gitulah. Menurut pengamatan di lingkungan sekitar Anggita, banyak kok orang yg takut sama darah. Tapi tingkatannya berbeda-beda. Ada yang Cuma ngeri sesaat, ada yg pusing, ada juga yg sampai pingsan.
Hemophobia ini menghambat Anggita untuk bermimpi kuliah di FK (Fakultas Kedokteran). Liat darah sedikit aja pusing, apalagi kuliah berhubungan sama darah selama 5 tahun, belum lg kalau praktek dan kerjanya nanti. Nggak banget pokoknya. Jadilah Anggita kuliah di FT (Fakultas Teknik) kayak sekarang ini. Ralat : sekarang udah pindah ke Akuntansi sih.
Dulu waktu Anggita masih SMA, Anggita pernah baca di internet katanya ada terapi menyembuhkan fobia. Wah Anggita tertarik banget pokoknya. Terus waktu baca berapa nominalnya, keinginan Anggita langsung ciut. Ternyata biaya menyembuhkan fobia lumayan besar. Cukup buat bayar SPP kuliah Anggita 1 semester. Anggita juga bukan berasal dari keluarga yang HC (high Class) banget, jadi gak perlulah pake nyembuhin fobia segala. Toh ya Anggita udah gak minat kuliah di FK.
Tapi bagi kalian-kalian yang juga menderita fobia dan berkeinginan untuk menyembuhkannya, ada banyak kok cara nyembuhinnya. Yaitu terapi. Terapi fobia sudah lumayan banyak di kota-kota besar. Tapi ya itu, kayak yg Anggita bilang tadi, biayanya jutaan. Tapi tenang aja, bagi kalian yang pengen nyembuhin tapi dana sedikit, cukup pakai teknik sugesti saja, coba sugesti perlahan-lahan ke diri sendiri kalau kalian gak fobia, gak takut. Coba liat fobia kalian, dan sugesti diri kalian untuk berani. Ya walaupun Anggita gak menjamin cara ini bakal bisa efektif dalam waktu singkat, tapi setidaknya ini mencoba mengurangi tingkat fobia kalian. Tapi tentu saja harus dalam pengawasan orang lain. Jangan sampai kalian coba latihan liat fobia kalian terus kalian pingsan gak ada yang nolongin, malah tambah berabe jadinya yak an.
Nah cukup sekian penjelasan tentang homophobia dari Anggita. Semoga kalian dapat ilmu tentang apa itu homophobia dan gimana cara nyembuhinnya setelah baca catatan Anggita. See ya !
Ka Anggi, saya mau nanya. Kalau bagi perempuan yang mengidap Hemophobia, bagaimana ia menghadapi haidnya sendiri? Apa ia juga akan pusing dan pingsan?
ReplyDelete