Wednesday, March 30, 2011

Writing A Diary

Photobucket

Setiap orang pada dasarnya suka menulis curhatan, entah itu cerita kecil di notes handphone, curhat puanjang di diary, atau parahnya sampai dibikin novel/cerpen. Ya emang sih, menulis curhat itu salah satu cara aman untuk melampiaskan emosi kita. Daripada nangis melulu, pukul-pukul bantal, sampai guling-guling di kasur *lebay* kan mending cuhatnya diluapkan dalam bentuk tulisan.
Biasanya kalian bingung, apa yang harus ditulis? Ini nih, ada sebuah kalimat inspiratif yang saya dengar dari guru Bahasa Indonesia di sekolah saya, Bunda Inuk namanya. “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Mulailah dengan menulis apa yang Anda ketahui. Lanjutkan dengan menulis pengalaman dan perasaan anda. Kelak ketika Anda membacanya kembali, Anda akan tahu kemana harus melangkah.”
Tuh, bagus kan kalimatnya. Kalau boleh mengutip kata Pak Mario Teguh nih, pasti saya akan bilang “Super sekali Bunda Inuk.” 
Oh ya, kembali ke topik di atas.

Writing a Diary, atau menulis buku harian, bisa dilakukan semua umur loh. Saya saja menulis diary sejak kelas 4 SD. Yah walaupun kalimatnya masih khas anak-anak, namun kalau sekarang dibaca kembali, pasti trenyuh rasanya. Itulah salah satu manfaat menulis diary, yaitu bisa mengenang suasana masa lalu. Dijamin, kalau kita nulis diary nih, kemudian setelah kita dewasa *jangan lupa tetap disimpan diary-nya* kita buka dan baca diary kita lagi, pasti kita akan merasa “Betapa panjangnya perjalanan hidup kita. Betapa berartinya saya selama ini.” *applause* :D
Nah, kalau kalian malas nulis tiap hari, kalian bisa kok nulis hal-hal atau kejadian yang penting-penting aja. Yang sekiranya berkenan di hati atau pikiran kalian.
Biasanya kalau cewek, sukanya nulis “BOYS OFTHE YEAR”. Ah apaah itu? Baru denger ya? Haha, saya sendiri yang bikin kata-kata itu. Biasanya, setiap akhir tahun *mepet-mepet tahun baru gitu*, saya nulis kilasan-kilasan tentang cowok-cowok yang hadir dalam kehidupan saya. Eits, bukannya saya narsis ya, ntar kalian ngira “Ih, ni anak ternyata playgirl banget.” Tapi yang ditulis disitu nggak selalu pacar aja, kadang ada juga gebetan, TTM (Teman Tapi Mesra), cowok-cowok yang PDKT , ataupun yang nembak saya. Maklum lah, remaja seusia SMP-SMA pasti sudah masuk masa pubertas, jadi selalu ada lah yang namanya perjalanan cinta itu, walaupun bukan cinta kayak orang dewasa. Betul kan? Betul? Sipp. 
Pokoknya, jangan malas untuk menulis diary. Walaupun tulisannya jelek, kata-katanya nggak karuan, nyantai aja. Toh itu hanya untuk konsumsi pribadi dan untuk kepuasan batin tersendiri. Yang baca kan kamu sendiri, ya kan? Makanya, mulai sekarang, sediain 1 buku *jelek juga nggak apa-apa* dan mulailah menulis curhatan.
NB : Kalau kalian mau yang lebih hi-tech, buku bisa diganti dengan microsoft word, blog, atau aplikasi komputer tentang Diary *cari di mbah google, ada banyak*. Au revoir.

2 comments:

  1. gue banget ini :D
    hobi menulis saya juga mulai kelas 5SD :D
    kmu kls 4SD... ehhhh :p

    boys of the year?
    klo itu sih..hahha...
    so do I :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai nechaaa. Maaf baru baca komenmu hehe.
      Iya kita kan sama sama hobi nulis dan baca.

      Eh kamu juga nulis boys of the year ? OMG hahaha.

      Delete